- KUNJUNGAN CAMAT KANGAE DAN PELANTIKAN BPD PAW DESA LANGIR TAHUN 2026
- KEGIATAN KETAHANAN PANGAN LANGIR MANDIRI TAHUN ANGGARAN 2025
- MUSYAWARAH PENETAPAN RKPDES TAHUN ANGGARAN 2026
- MUSYAWARAH PENETAPAN PERDES MASALAH ADAT DESA LANGIR TAHUN 2025
- BIMTEK RT RW DESA LANGIR TAHUN 2025
- BIMTEK LEMBAGA ADAT DESA LANGIR TAHUN 2025
- PELATIHAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN 2025
- MUSRENBANG RKPDES TAHUN ANGGARAN 2026
- PELATIHAN TIM VERIFIKASI DAN PENYUSUN RKPDES TAHUN 2026
- SOSIALISASI HASIL REVISI PERDES ADAT DESA LANGIR TAHUN 2025 PADA MASING-MASING DUSUN
FILOSOFI PENDIDIKAN NASIONAL KI HADJAR DEWANTARA
Kesimpulan dan Refleksi

Keterangan Gambar : dede ari
Mempelajari modul Refleksi filosofis pendidikan nasional KHD, semakin mempertegas kekurangan juga hal-hal yang perlu diperbaiki oleh pendidik dalam mengembangkan pembelajaran. Pembelajaran yang cenderung monoton dan menganggap bahwa kemampuan siswa hanya dapat diukur melalui tes kognitif menjadi pembiasaan yang sulit ditinggalkan. Tanpa disadari praktik yang dilakukan tersebut sangat merugikan murid, pendidik semakin berlaku apatis dengan membiarkan murid belajar tanpa memahami apa yang sedang dipelajari. gaya belajar anak tidak penting bagi pendidikan, sehingga pola satu arah menjadi jawaban untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Sebelum mempelajari modul saya yakin jika murid hanya membutuhkan nilai, dan guru hanya perlu memberikan nilai atas pencapaian setelah mengerjakan penilaian. Modul ini benar-benar memberikan pelajaran berharga bahwa kita sangat egois dan apatis terhadap anak murid yang sesungguhnya membutuhkan pertolongan dan tuntunan.
Setelah mempelajari modul ini, tentunya sebagai tuntutan moral sebagai pendidik dengan tugas mulia menuntun kodrat anak sampai pada selamat dan bahagia, maka seharusnya pendidik mulai untuk merubah pola pikir, bahwa anak didik adalah ciptaan yang patut dituntun untuk mencapai merdeka. Kita patut memikirkan secara mendalam bagaimana mengembangkan kemampuan dan mengakomodir kebutuhan murid dalam pembelajaran, tanggung jawab selain mengajarkan materi pelajaran tetapi menjadi role model adalah hal utama untuk mengajarkan pengalaman pengalaman nilai-nilai budaya positif yang patut ditiru. Memperkenalkan murid pada lingkungan sekitar, mengunjungi tokoh masyarakat atau warga yang terkena bencana, merupakan hal - hal sederhana sebagai perwujudan nilai kebersamaan dengan mengutamakan interaksi dan komunikasi positif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Sebagai langkah awal, kita akan memulai dengan membiasakan murid untuk menuliskan aktivitas dan kejadian yang dialami sehari-hari melalui buku diary dan akan dibiasakan murid untuk berbagi pengalaman menarik selama seminggu. hal ini akan membantu mereka meningkatkan kemampuan literasinya, juga mampu mrefleksikan kembali aktifitas yang dilakukannya. Selain itu membuat kesepakatan kelas dan mading kelas dapat dimulai dalam kegiatan di kelas, yang melatih kreatifitas dan kemampuan berpikir kritis, menemukan ide untuk membatasi diri sendiri.
Dede Ari, 1/6/2022
Video Terkait:
Berita Terkait
- Program Sekolah Penggerak0
- PENETAPAN APBDES TAHUN ANGGARAN 2022 DESA LANGIR0
- BUPATI SIKKA MENINJAU LANGSUNG LOKASI TERDAMPAK BANJIR DESA LANGIR0
- MUSYAWARAH PEMBAHASAN DAN PENETAPAN RKPDES TAHUN ANGGARAN 2022 DESA LANGIR0
- KONSTRUKSI RUMAH BAMBU SEMEN TA. 2021 KAMET-LURUNDUNA-LANGIR0
- KONSTRUKSI RUMAH BAMBU SEMEN TA. 2019 MAGEDOA0
- BANTUAN BIBIT TANAMAN PISANG0
- PERESMIAN JALAN BAOLOKA - LURUNDUNA DESA LANGIR TAHUN ANGGARAN 20190
- JALAN USAHA TANI0
- Latihan Soal0
Berita Populer
- Tim Perumus RKP Desa TA 2019
- PUSKESOS SLRT
- Permendagri N0 20 tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
- Kerajaan Kangae Jatuh Ketangan Belanda
- Pelatihan Puskesos
- TARIAN ADAT ASLI MAUMERE
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas VII Kurikulum Merdeka
- FPL MENUJU 73
- RITUAL ADAT WATUMAHE DESA LANGIR-SARI-HABIBUANG
- DSOLOIS BAND - LANGIR
DESA LANGIR








